BADUNG, BADUNGINFO.COM – Tren kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata kini tengah berada dalam fase yang mengkhawatirkan. Menanggapi kondisi tersebut, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas pada Senin (27/4), mendesak pemerintah untuk segera menghapus komponen pajak pada tiket pesawat guna menggairahkan kembali arus perjalanan dalam negeri. Anomali di Tengah Pemulihan Meskipun pariwisata internasional mulai menunjukkan grafik kenaikan, sektor domestik justru menunjukkan kelesuan yang kontras. ASPPI menilai bahwa tingginya harga tiket pesawat menjadi hambatan utama bagi wisatawan lokal untuk memilih Bali sebagai destinasi liburan mereka. Biaya transportasi udara yang membumbung tinggi dianggap tidak lagi sebanding dengan daya beli rata-rata masyarakat saat ini. “Kondisi ini sangat ironis. Di saat kita sedang berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi, aksesibilitas transportasi justru menjadi tembok penghalang bagi warga kita sendiri untuk berwisata di negeri sendiri,” ungkap perwakilan ASPPI dalam narasinya. Beban Pajak Tiket Pesawat dalam Sorotan Fokus utama desakan ASPPI tertuju pada komponen pajak dan biaya tambahan lainnya yang melekat pada harga tiket. Menurut asosiasi, penghapusan atau setidaknya pengurangan signifikan terhadap pajak tiket pesawat akan memberikan efek domino positif bagi ekosistem pariwisata secara luas, mulai dari tingkat keterisian hotel hingga pendapatan UMKM di sentra-sentra kerajinan Bali. Penghapusan pajak ini dipandang bukan sebagai kerugian bagi pendapatan negara, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, frekuensi penerbangan akan meningkat, yang secara otomatis akan menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di daerah-media wisata seperti Badung, Gianyar, dan sekitarnya. Persaingan dengan Destinasi Luar Negeri Lebih jauh, ASPPI memperingatkan bahwa jika harga tiket domestik tetap mahal, masyarakat Indonesia akan cenderung beralih memilih destinasi luar negeri yang menawarkan paket perjalanan lebih kompetitif. Bali kini tidak hanya bersaing dengan destinasi lokal lainnya, tetapi juga dengan negara tetangga yang agresif memberikan insentif perjalanan. “Jangan sampai warga kita sendiri merasa lebih murah terbang ke luar negeri daripada ke Bali. Ini adalah sinyal merah bagi kedaulatan pariwisata domestik kita,” tegasnya. Harapan bagi Keberlangsungan Industri Melalui desakan ini, ASPPI berharap pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, dapat segera duduk bersama dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan industri untuk merumuskan kebijakan harga yang pro-rakyat. Sektor pariwisata Bali, yang sangat bergantung pada perputaran wisatawan, membutuhkan kebijakan yang konkret dan cepat sebelum kelesuan ini berdampak lebih dalam pada penutupan unit-unit usaha kecil yang baru saja mulai bangkit. Redaksi Badunginfo.com Navigasi pos Tegaskan Keamanan Pariwisata Bali, Gubernur Pastikan Konflik Global Tak Goyahkan Stabilitas Destinasi Sinergi Pembangunan Bali: Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota Sepakati Eksekusi 22 Proyek Strategis