Oplus_16908288

badunginfo.com, Badung – Tidak ada suara yang lebih kecil. Tidak ada suara yang lebih rendah. Prinsip inilah yang dibawa KPU Kabupaten Badung langsung ke hadapan para siswa berkebutuhan khusus menegaskan bahwa hak pilih adalah milik semua, tanpa terkecuali.

Puluhan siswa SLB Negeri 1 Badung mendapatkan pemahaman langsung tentang demokrasi inklusif, hak pilih, serta prosedur pemilihan yang ramah disabilitas. Bukan sekadar teori, Pendidikan pemilih ini dirancang untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa para penyandang disabilitas bukan hanya objek kebijakan, melainkan subjek aktif dalam menentukan arah bangsa.

Kepala Sekolah SLBN 1 Badung, Ni Nyoman Suwastarini, ST, M.Pd., menyambut hangat kehadiran KPU Badung dan langsung menyampaikan pesan kuat kepada para siswanya. “Disini kalian akan belajar demokrasi, hak dan kewajiban. Bahwa suara kalian penting sejatinya kalian bagian dari demokrasi,” tegasnya.

Ia pun berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi seluruh anak-anak di SLBN 1 Badung.Ketua KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemberian pemahaman kepemiluan sejak dini, khususnya bagi siswa yang diperkirakan telah memasuki usia pilih pada Pemilu 2029.

“Adik-adik yang SMP kemungkinan besar sudah berusia 17 tahun dan bisa memilih di tahun 2029, oleh karenanya kita berikan ruang diskusi dan mendapatkan pemahaman seminimal hal paling mendasar,” ujarnya.

Pendidikan Pemilih diisi oleh Anggota KPU Badung, Agung Rio Swandisara, yang mengupas tuntas konsep demokrasi inklusif, mulai dari asas pemilu LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), hak-hak khusus pemilih disabilitas seperti aksesibilitas TPS dan hak atas pendampingan, hingga cara mengecek status pemilih secara mandiri melalui laman cekdptonline.kpu.go.id. Para siswa juga diajak memahami bahwa mendampingi bukan berarti menentukan pilihan sebuah pesan penting tentang kemandirian dalam berdemokrasi.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab berlangsung. Para siswa dengan antusias mengajukan pertanyaan seputar syarat memilih, asas pemilu, tahapan pemilihan umum, hingga berbagai istilah dalam dunia kepemiluan. Keingintahuan mereka menjadi bukti nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki semangat berdemokrasi yang tidak kalah besar.

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan digelar oleh KPU Kabupaten Badung di SLB Negeri 1 Badung pada Kamis, 30 April 2026 sebuah langkah konkret dalam membangun demokrasi yang betul-betul inklusif, di mana setiap suara, dari siapa pun, dihitung dan dihargai setara. (SD/bi)