BADUNGINFO.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi menetapkan target ambisius terkait penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tengah berjalan di wilayah Provinsi Bali. Dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program integrasi infrastruktur rampung secara menyeluruh pada tahun 2029.

Target ini mencakup berbagai proyek monumental yang dirancang untuk mendukung konektivitas, aksesibilitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi Bali di masa depan melalui transformasi fisik yang merata antara Bali Utara, Selatan, Timur, dan Barat.

Rincian Proyek Strategis yang Menjadi Prioritas

Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster saat ini tengah memfokuskan sumber daya pada beberapa titik krusial. Proyek-proyek yang masuk dalam timeline penyelesaian 2029 meliputi:

  1. Shorcut Titik 11-12 dan Seterusnya: Kelanjutan pembangunan jalan pintas guna memperpendek jarak tempuh dan meningkatkan keamanan berkendara antara Denpasar dan Singaraja.
  2. Infrastruktur Transportasi Kereta: Pengembangan moda transportasi berbasis rel yang akan menghubungkan kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan pusat-pusat pariwisata.
  3. Pengembangan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung: Megaproyek yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian seni dan budaya terbesar di Bali.
  4. Akses Jalan Tol: Percepatan pembangunan jalan tol yang membelah jalur strategis guna mengurai kemacetan kronis di wilayah Bali Selatan.

Strategi Pencapaian dan Sinergi Anggaran

Gubernur Wayan Koster menjelaskan bahwa untuk mencapai target 2029 tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan pola koordinasi yang sangat ketat dengan Pemerintah Pusat. Hal ini melibatkan penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui kementerian terkait serta optimalisasi APBD Provinsi.

“Kami terus bergerak secara terukur. Semua pengerjaan fisik dilakukan dengan pengawasan ketat agar tetap pada koridor waktu (on schedule). Infrastruktur adalah pondasi utama untuk mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh Bali,” tegas Gubernur Koster.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Visi besar Gubernur Koster dalam menuntaskan infrastruktur pada tahun 2029 ini diharapkan memberikan dampak domino bagi kesejahteraan masyarakat, di antaranya:

  • Pemerataan Ekonomi: Mengurangi kesenjangan antara wilayah Bali Selatan dengan wilayah lainnya.
  • Efisiensi Logistik: Menurunkan biaya distribusi barang dan jasa melalui jalur transportasi yang lebih cepat dan aman.
  • Peningkatan Kualitas Pariwisata: Memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan mancanegara dan domestik melalui aksesibilitas yang modern.

Gubernur juga meminta dukungan penuh dari seluruh komponen masyarakat Bali agar proses pembebasan lahan maupun pelaksanaan konstruksi di lapangan dapat berjalan kondusif tanpa kendala berarti. Dengan infrastruktur yang tuntas di tahun 2029, Bali diproyeksikan akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di tingkat global.


Penulis: Tim Redaksi Badunginfo.com