DENPASAR, Badunginfo.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, secara terbuka meminta dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk ikut memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata. Hal ini ditegaskan Koster mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah dalam menangani persoalan krusial seperti kemacetan dan ketimpangan konektivitas antarwilayah.Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri acara Pengukuhan dan Pelantikan Kepengurusan KADIN Bali masa bakti 2025-2030 di Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/4/2026). Ketimpangan Infrastruktur dan Ancaman KemacetanDalam arahannya, Gubernur Koster menyoroti tantangan besar yang dihadapi Bali saat ini. Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan di Bali tidak berjalan beriringan dengan penyediaan infrastruktur jalan yang memadai. Kondisi ini menjadi pemicu utama kemacetan parah di sejumlah titik vital.“Fiskal Bali tidak mampu untuk menyelesaikan masalah ini sendirian. Seharusnya kekurangan ini bisa ditutup oleh Pemerintah Pusat, mengingat kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional sangatlah besar,” tegas Koster di hadapan pengurus KADIN. Selain kemacetan, Koster juga menggarisbawahi masalah konektivitas yang belum merata. Ia menyebut sulitnya akses menuju wilayah Jembrana, Buleleng, dan Karangasem sebagai faktor utama yang menghambat keseimbangan pembangunan antarwilayah di Bali.Kontribusi Devisa Bali untuk NasionalBukan tanpa alasan Koster mendesak perhatian lebih dari Jakarta. Ia memaparkan data bahwa dengan rata-rata kunjungan 7,05 juta wisatawan mancanegara per tahun dan belanja rata-rata sebesar 1.522 dollar per kunjungan, maka perputaran uang di Bali mencapai angka fantastis, yakni Rp 176 Triliun.“Angka tersebut mencakup sekitar 55 persen dari total devisa yang dihasilkan Indonesia dari sektor pariwisata. Jika infrastruktur Bali tidak dibenahi, maka citra Indonesia di mata internasional bisa ikut terganggu,” imbuhnya.Sinergi Strategis dengan KADINMenanggapi permintaan Gubernur, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi. KADIN berencana menyusun Strategic Paper bersama Pemerintah Provinsi Bali untuk memetakan kebutuhan infrastruktur secara detail.”Kami akan menghitung di mana saja titik yang membutuhkan infrastruktur dan berapa anggarannya. Hasil ini akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat untuk menunjukkan bahwa investasi di Bali memiliki return on investment (pengembalian) yang bagus dan dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat,” jelas Anindya. Pelantikan Pengurus KADIN Bali 2025-2030Dalam acara tersebut, I Made Ariandi kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum KADIN Bali untuk periode 2025-2030. Prosesi pelantikan juga mencakup jajaran dewan kehormatan, penasehat, pertimbangan, hingga pengurus harian.Kehadiran jajaran petinggi KADIN Indonesia dan daerah ini diharapkan menjadi momentum bagi dunia usaha untuk lebih terlibat aktif dalam mendukung visi pembangunan Bali, terutama dalam mengatasi isu sampah dan infrastruktur yang menjadi dampak langsung dari perkembangan pariwisata. (BI/A) Navigasi pos Putri Koster Perkuat Peran Kader: Tekankan Pemahaman Komprehensif Mengenai Revitalisasi Posyandu Efisiensi Anggaran, MBG Dipangkas Jadi 4 Hari Seminggu, Negara Hemat Rp50 Triliun