BADUNGINFO.COM, BADUNG – Aparat kepolisian berhasil mengungkap dugaan kasus penyekapan berskala besar yang terjadi di sebuah guest house di wilayah Bali. Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa, 28 April 2026, petugas mengevakuasi sebanyak 27 orang yang terdiri dari 26 Warga Negara Asing (WNA) dan 1 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban sindikat penipuan daring (online scam). Kasus ini terungkap setelah adanya laporan mengenai aktivitas mencurigakan dan dugaan pembatasan kebebasan terhadap sejumlah orang di dalam akomodasi tersebut. Kronologi Pengungkapan dan Lokasi Kejadian Tim gabungan dari kepolisian melakukan penggerebekan di sebuah guest house yang disinyalir dijadikan markas operasional sekaligus tempat penyekapan para korban. Saat petugas masuk, ditemukan puluhan orang asing dalam kondisi terkunci dan tidak diperbolehkan keluar dari area bangunan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para korban berasal dari berbagai negara di Asia. Mereka diduga dijanjikan pekerjaan yang layak di Bali, namun setibanya di lokasi, dokumen perjalanan mereka disita dan mereka dipaksa bekerja sebagai operator untuk melakukan aksi penipuan melalui media elektronik atau online scamming. Identitas dan Kondisi Korban Hingga Rabu, 29 April 2026, pihak kepolisian masih melakukan pendataan intensif terhadap 27 orang tersebut. Rincian korban meliputi: 26 Warga Negara Asing (WNA): Berasal dari beberapa negara tetangga. 1 Warga Negara Indonesia (WNI): Diduga berperan sebagai penghubung atau turut menjadi korban perekrutan tenaga kerja ilegal. Kondisi fisik para korban saat ini sedang dalam pemantauan medis, sementara pemeriksaan psikologis dilakukan untuk mendalami trauma akibat penyekapan dan intimidasi yang mereka alami selama berada di bawah kendali sindikat tersebut. Penyelidikan Sindikat Internasional Kepolisian Resor (Polres) setempat berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan pihak Imigrasi untuk mendalami keterlibatan jaringan kriminal internasional dalam kasus ini. Beberapa barang bukti berupa puluhan unit telepon genggam, laptop, dan perangkat jaringan internet telah diamankan untuk kepentingan forensik digital. “Kami masih mendalami peran masing-masing individu. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban dan mengejar dalang di balik sindikat penyekapan dan online scam ini,” ungkap otoritas kepolisian dalam keterangan resminya. Pengawasan Ketat Akomodasi Wisata Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pengelola akomodasi wisata di Bali untuk lebih selektif dan melaporkan aktivitas tamu yang mencurigakan, terutama yang melibatkan orang asing dalam jumlah banyak di satu lokasi. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus memberantas praktik perdagangan orang dan kejahatan siber yang dapat mencoreng citra pariwisata Bali. Para korban kini ditempatkan di lokasi aman dalam pengawasan pihak berwenang sembari menunggu proses koordinasi dengan konsulat negara masing-masing untuk prosedur repatriasi atau pemulangan. Penulis: Tim Redaksi Badunginfo.com Navigasi pos Update Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi: Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 16 Orang Bali United On Fire: Dominasi Serdadu Tridatu dan Gemilangnya Performa Rahmat Arjuna